Posted in Zeup-Rethan on March 27, 2008 | 6 Comments »
Please pull me from the wreckage of my silent reverie….
Dengarkanlah permintaan hati yang teraniaya sunyi
Dan berikanlah arti pada hidupku
Yang terhempas, yang terlepas pelukanmu
Bersamamu dan tanpamu aku hilang selalu…
Bagi kebanyakan orang, apalah arti puing-puing reruntuhan bangunan itu. Dianggap tak berguna, seperti sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Tapi bagiku puing-puing itu bermangfa’ad (pake logat arab), tinggal diberi [...]
Read Full Post »
Posted in Sha-Po2we on March 25, 2008 | 5 Comments »
Di awal hari, kau singgah bersama ikatan rindumu.
Kusambut mesra dengan serangkaian senyumku.
Hadirmu membuat hariku bersahaja.
Walaupun tubuhmu tak terbasuh air, tapi aromamu tetap membuaiku.
Karena tertutup oleh rasaku atau kita sama-sama tak membasuh diri?
Akh, mandi atau tidak… sama bagiku, kau tetap arjunaku.
Kupersembahkan bunga putih ini, simbol cinta putihku untukmu…
Read Full Post »
Posted in Zeup-Rethan on March 20, 2008 | 7 Comments »
Mengapa banyak orang nge-fans padanya?
Mungkin karena berbulu lebat.
Mungkin karena wajahnya innocent.
Mungkin juga karena senyumnya tulus.
Atau mungkin mirip dengan yang melihatnya….
Read Full Post »
Posted in Bache-Yho on March 14, 2008 | 5 Comments »
Itu iklan yang ada di majalah-seputar medis dari negerinya Hitler. Sebuah perusahaan sedang berpromosi di situ.
Aku menemukan majalah itu di tempat kerjaku. Yang menggelitik perhatianku adalah gambarnya. Menurutku setingannya menarik, lagi asik… jarum ditumpukan jerami, tapi ada kaca pembesarnya… memberi kesan kemedisan. Begitu melihat gambar itu, aku langsung teringat pada peribahasa endonesa yang kudapat [...]
Read Full Post »
Posted in Sha-Po2we on March 11, 2008 | 5 Comments »
Bait-bait cintamu kan kupahat dan ku-ukir di tebing.
Agar tak luluh.
Agar abadi
Read Full Post »