Itu iklan yang ada di majalah-seputar medis dari negerinya Hitler. Sebuah perusahaan sedang berpromosi di situ.
Aku menemukan majalah itu di tempat kerjaku. Yang menggelitik perhatianku adalah gambarnya. Menurutku setingannya menarik, lagi asik… jarum ditumpukan jerami, tapi ada kaca pembesarnya… memberi kesan kemedisan. Begitu melihat gambar itu, aku langsung teringat pada peribahasa endonesa yang kudapat waktu cekowlah (nyontek dari jiban), “bagaikan mencari jarum dalam jerami”.
Berhubung aku tidak bisa bahasanya Pak Hitler, cuma tau greeting doang… baru niat mau les tapi gak jadi mulu, lalu kutanya maksud tulisan yang ada di situ pada cicitnya cicit cicit cicit Hitler yang duduk di belakangku jika bekerja.
Kemudian dia menerangkan padaku dengan bahasanya Pangeran Charles… bla… bla… bla… dan aku manggut-manggut (seolah-olah ngerti).
Pokoknya maksud intinya adalah ‘anda akan menemukan produk yang baik dari penjual yang bonafide. Dan akan menemukan penawaran yang baik dari kami. Jadi harus jeli dan pandai-pandai dalam memilih penjual terbaik dari sekian banyaknya penjual ‘. (maap kalo salah ngartiin)
Gak nyangka… ternyata peribahasa “bagaikan mencari jarum dalam jerami” populer juga di negeri yang ber-icon beruang ini. Kalo “alon-alon asal kelakon” (bisikan dari blogger kondang), ngetop juga gak yak di sono?
Jarum-Jerami
March 14, 2008 by silent reverie
bisa juga kalee yaa, tapi ya itu td, sesuai kalimatnya, alon2 asal kelakon. entah sampe kapan yg ptng kesampean
*komen yg ga nyambung*
gak nyambung juga gak apa2, yang penting alon2 (apa seh...)
Kalo ndak salah justru peribahasa itu asalnya dari luar negeri lho…
oh ya? aku ndak begitu paham...
Maksud sayah yang jarum dalam jerami, bukan alon-alon sukur klakon
Hitler tinggal dimana sih? Jerman ya? (tanya beneran lho ini, lama nggak cekuwlah jadi lupa)
aku juga lupa... udah lama yuyus cekuwlah, coba tanya ke tetangga sebelah...
Boy, kok pe-er dari gue gak dikerjain seh?
iih.. nanya pe-er mulu, kayak pak andi!