Dan kau lilin kecil…
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau memberi seberkas cahaya
Dan kau lilin kecil…
Sanggupkah kau mengganti
Sanggupkah kau menyengat seisi dunia
(lilin kecil by Chrisye)
Tiga lilin ini besar dan tingginya sama, dinyalakan dengan api pada saat yang bersamaan.
Tapi apakah akan padam bersamaan pula? Belum tentu. Mungkin lilin yang satu, apinya akan cepat padam karena tertiup angin yang kencang atau barangkali tersiram air. Lalu bagaimana nasib lilin yang lain? Mungkin apinya akan tetap menyala atau bisa jadi lebih dulu padam dari yang lainnya.
Begitu juga dengan manusia, ada yang menarik nafas pertama kali pada hari, bulan atau tahun yang sama, tapi tak pernah tahu kapan akan menghembuskan nafas terakhirnya.
Kali ini aku ingin menceritakan kisah seorang lelaki muda perantauan, bernama Ramses Pasaribu yang meninggal dunia Kamis, 25 Juli 2008. Peristiwa ini juga diberitakan di beberapa media.
Keteledoran Pemerintah dalam memperhatikan kelayakan fasilitas umum telah memakan korban jiwa. Hari ini (Kamis, 24/7), seorang pengacara muda yang tengah membela Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Ramses Pasaribu tewas.
Pria berusia 27 tahun itu tertimpa tembok Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Saat kejadian, Ramses bersama tiga kawannya sesama asisten pengacara di firma hukum Luhut Pangaribuan, sedang menunggu pihak tergugat dalam kasus Meruya. Tiba-tiba, “bruuukkk…” tembok yang berada di belakangnya roboh.
…….
kompas.com
Jenazah Ramses Pasaribu, pengacara yang meninggal karena tertimpa beton Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan dimakamkan pukul 14.00 di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kandang Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (25/7).
……..
tempointeraktif.com
Ketika mendengar dan membaca berita duka itu, aku terkejut dan sedih, karena aku mengenalnya walaupun secara tidak langsung.
Almarhum adalah salah satu sahabat adikku. Semasa kuliah di FHUI almarhum se-gank dengan adikku dan pernah beberapa kali singgah di rumahku. Keakraban adikku dengan almarhum, dulu mereka nongkrong bareng, ngerjain tugas bareng, saling bantu, saling ngutang dan selalu menjadi barisan terdepan jika ada kegiatan maupun keributan di kampus.
Aku memang hanya mengenalnya sekilas dan sesekali mendengar suaranya saat dulu bersenda gurau dengan adikku, tapi berita duka itu membuatku terdiam dan merenung… “itulah misteri dan kuasa Ilahi, tak ada satupun yang dapat mencegah atau berlari dari-Nya… tidak pandang usia, tempat, situasi atau apapun”.
Aku dapat merasakan apa yang ada dalam jiwa adikku saat ini, betapa perasaannya terkejut, terperangah dan duka yang mendalam berbaur jadi satu, kehilangan salah satu sahabatnya. Terlebih lagi yang dirasakan oleh keluarga almarhum.
Beristirahatlah dengan tenang dan damai di sisi-Nya, dik Ramses Pasaribu. Semoga amal dan ibadahmu diterima disisi-Nya. Amin.
Aku dan adikku turut berduka cita dari lubuk hati yang paling dalam.
Andai ku tahu
Kapan tiba ajalku
Ku akan memohon Tuhan
Tolong panjangkan umurku
(andai ku tahu by Ungu)

blog nya agak “deep” ya…
salam kenal
Masa sih? tergantung hati yg baca juga kali… (halah)
Salam kenal juga
semua itu rahasia Ilahi
becul cekali….
Turut berduka- cita.
Memang misteri Illahi.
hanya.. seringkali ada juga andil kita dalam hal- hal seperti ini.
Yaitu ketidak- pedulian akan hak2 kita terhadap fasilitas umum misalnya.
mamfir ah, salam kenal
teman teman dari teman teman-ku adalah teman teman-ku
halaaah.
@aki herry:
Dan ketidak pedulian pemerintah akan kewajibannya untuk memperbaiki fasilitas umum. Moga2 aja gak terjadi lagi gedung yg roboh seperti itu….
@ubadbmarko:
Makasih dah mamfir…., salam kenal balik…
@eyang batam:
iih… si eyang ngecapruk teu puguh…
pak..
kok aneh blognya
tentang 3 lilin atau tentang terhembusnnya lilin
laura bingung ni..
tapi laura turut berdukacita ya pak..
salam kenal pak
tentang dua2nya juga bisa…
salam kenal juga, tp saya bkn pak…